Rabu, 05 Mei 2010


Jadikan Kematianmu Serupa dengan Kematian Yesus Kristus

oleh: St. Yohanes Maria Vianney
Andai kita harus mati dua kali, kita dapat membuang satu kematian. Tetapi, manusia mati satu kali saja, dan dari kematiannya bergantung kehidupan abadinya. Di mana pohon tumbang, di situlah ia akan tergeletak. Jika, di saat ajalnya, seseorang hidup buruk, maka jiwanya yang malang akan jatuh di neraka. Jika, sebaliknya, ia dalam keadaan rahmat, jiwanya akan berada di jalan menuju surga. Oh, betapa jalan bahagia! …

Pada umumnya, orang mati sebagaimana ia hidup. Itulah salah satu dari kebenaran besar yang diulang Kitab Suci dan para Bapa di banyak tempat. Jika kalian hidup sebagai umat Kristiani yang baik, kalian pasti akan mati sebagai umat Kristiani yang baik, tetapi jika kalian hidup buruk, kalian pasti akan mati secara buruk. Nabi Yesaya mengingatkan kita bahwa orang yang tidak saleh, yang memikirkan hanya perbuatan jahat, berada dalam keadaan celaka, sebab ia akan diperlakukan sebagaimana ia pantas mendapatkannya. Di saat kematian, ia akan menerima ganjaran atas perbuatan yang telah ia lakukan. Tetapi, memang benar bahwa terkadang, oleh semacam mukjizat, orang dapat memulai hidupnya dengan buruk dan mengakhirinya dengan baik, tetapi hal itu sangat jarang terjadi sehingga, seperti dikatakan St Hieronimus, kematian pada umumnya adalah gema hidup. Jadi, kalian pikir bahwa kalian akan kembali kepada Tuhan? Tidak, kalian akan binasa dalam dosa….

Roh Kudus mengatakan kepada kita bahwa apabila kita mempunyai teman, hendaknyalah kita berbuat baik kepadanya sebelum kita meninggal. Baiklah, saudara-saudaraku terkasih, dapatkah seorang mempunyai sahabat yang terlebih baik dari jiwanya sendiri? Marilah kita melakukan segala kebajikan yang dapat kita lakukan baginya, sebab pada saat kita hendak melakukan yang baik kepada jiwa kita, kita tidak akan berkesempatan lagi untuk melakukannya lagi! … Hidup itu singkat.

Jika kalian menunda-nunda mengubah cara hidup kalian hingga saat ajal, kalian itu buta, sebab kalian tidak tahu baik saat dan tempat di mana kalian akan mati, malahan mungkin tanpa pertolongan. Siapakah gerangan yang tahu bahwa kalian tidak akan melewati malam ini, dan dengan berlumuran dosa-dosa, kalian berdiri di hadapan pengadilan Yesus Kristus?

Ya, saudara-saudaraku terkasih, sebagaimana hidup, demikian pulalah kematian kalian. Jangan berharap akan mukjizat, yang jarang Tuhan adakan. Kalian hidup dalam dosa; baiklah, kalian akan mati dalam dosa….

Jika kita merindukan kematian yang baik, kita wajib mengamalkan hidup Kristiani.

Dan cara kita untuk mempersiapkan kematian yang baik adalah membuat kematian kita serupa dengan kematian Yesus Kristus.

Dapatkah hidup seorang Kristiani yang baik merupakan sesuatu yang lain dari hidup dia yang dipaku di salib bersama Yesus Kristus?  

sumber : “Model Your Death upon that of Jesus Christ by Saint John Vianney”; www.jesus-passion.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar