Sabtu, 12 Juni 2010

Untuk Menjadi Renungan Anak-Anakku…….

Suatu ketika, ada seorang anak wanita yang bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya.

Anak wanita itu bertanya pada ayahnya : “Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?”

Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda. Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.”
Itulah jawaban Ayahnya.

Anak wanita itu bergumam: “Aku tidak mengerti.”

Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran.

Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.”
Demikian bisik Ayahnya, yang membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya kepada Ibunya : “Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?”

Ibunya menjawab : “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung-jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.”

Hanya itu jawaban sang Ibu. Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran, mengapa wajah Ayahnya yang tadinya tampan menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi terbungkuk-bungkuk?

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam impian itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi.”

“Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya.”

“Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetes keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya.”

“Ku-berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya.”

“Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun di setiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya.”

“Ku-berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, di dalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara.”

“Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesadaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dilecehkan oleh anak-anaknya.”

“Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa Isteri yang baik adalah Isteri yang setia terhadap Suaminya, Isteri yang baik adalah Isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi.”

“Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai Laki-laki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya.”

“Ku-berikan kepada Laki-laki tanggung-jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh Laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung-jawab ini adalah amanah di dunia.”

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri kamar Ayahnya yang baru selesai berdoa , ketika Ayahnya berdiri, anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya sambil menangis dan berkata lirih: “Aku mendengar dan merasakan bebanmu, Ayah.”

Anak dari Seorang Papa dan Mama

oleh:
Budiono GS

CERITA INI SAYA DEDIKASIKAN KE SEMUA ORANG YANG PERNAH MENJADI ANAK DARI
SEORANG BAPA DAN IBU.

Dahulu kala ada sebuah pohon apel. Seorang anak kecil sering bermain di dekatnya Setiap hari anak ini memanjat ke atas pohon ini dan memakan buah apelnya. Tidur-tiduran di bawah baying-bayang pohon... anak ini sangat mencintai pohon ini dan pohon ini pun sangat mencintai anak ini.

Waktu berlalu.... anak kecl ini mulai tumbuh dewasa dan dia sudah jarang main di dekat pohon ini lagi setiap hari. Suatu hari, si anak laki ini datang ke dekat pohon itu dan dia terlihat sedih.

" Mari bermain lagi dengan saya" kata si pohon apel.

"Saya bukan anak kecil lagi, saya tidak mau main dengan kamu lagi" jawab si anak laki itu, "Saya mau main boneka, saya perlu uang untuk membelinya"

"Sorry, tetapi saya tidak punya uang.... tetapi kamu boleh memetik semua buah apel saya dan menjualnya. Maka kamu bisa punya uang untuk membeli boneka."

Si anak laki itu begitu gembira dan segera memetik semua buah apel yang ada untuk dijual dan dibelikan boneka. Dia meninggalkan pohon apel itu dan jarang kembali lagi. Si pohon apel menjadi sedih.

Suatu hari si anak kecil ini kembali dan si pohon apel sangat gembira dan mengajaknya bermain lagi. Si anak laki itu bilang dia tidak ada waktu bermain, dia harus cari uang untuk membeli rumah untuk keluarganya.

"Bisakah kamu membantuku?" tanya si anak laki itu ke pohon apel.

"Sorry, tetapi saya tidak punya rumah, tetapi kamu bisa memotong dahan dahan saya untuk membuat sebuah rumah".

Maka si anak laki tsb segera mengambil kapak dan memotong sebagian besar dahan pohon itu untuk membuat rumahnya. Si anak ini sangat gembira bisa membuat rumah tetapi sejak itu dia tidak pernah kembali lagi melihat si pohon apel. Si pohon apel menjadi kesepian dan sedih.

Suatu hari pada musim panas, si anak laki datang lagi dan si pohon apel sangat senang.

"Mari bermain lagi dengan saya!" kata si pohon apel.
"Tidak, Saya sedang sedih karena menjadi tambah tua. Saya ingin pergi berlayar untuk menghilangkan stress saya, bisakah kamu memberi saya sebuah kapal?" kata si anak.

"Gunakan batang saya maka kamu bisa membuat sebuah kapal dan pergi berlayar dan menjadi bahagia" kata si pohon.

Maka si anak laki itu segera mengambil kapak dan memotong batang pohon itu hingga hanya tersisa akarnya saja. Si anak ini segera pergi berlayar dan tidak pernah muncul lagi hingga waktu yang cukup lama. Si pohon apel sangat kesepian, tiap hari hatinya mengharapkan si anak laki itu muncul lagi dan mengajaknya mengobrol.

Akhirnya, suatu hari si anak ini muncul lagi setelah menghilang sekian tahun.

"Sorry saya sudah tidak punya apa apa lagi untuk diberikan ke kamu. Tidak ada apel lagi...." kata si pohon apel.

"Saya sudah tidak punya gigi lagi untuk menggigit apel" jawab si anak laki itu.

"Tidak punya batang lagi untuk kamu panjat"
" saya sudah terlalu tua untuk memanjat" jawab si anak laki itu.

"Saya sudah tidak punya apa apa lagi yang bisa diberikan ke kamu, hanya tersisa akar yang hampir layu ini... " kata si pohon apel sambil meneteskan air mata.

"Saya tidak butuh apa apa sekarang, saya hanya butuh tempat untuk saya bisa beristirahat, saya capek setelah perjuangan hidup selama ini". Kata si anak laki itu.

"Bagus! Akar pohon tua sangat cocok untuk kamu beristirahat. Mari duduk
Di akarku dan beristirahatlah!" kata si pohon.

Maka beristirahatlah si anak laki itu sampai tertidur. Si pohon memandang anak laki itu sambil tersenyum dan meneteskan air mata.

Ini adalah sebuah cerita untuk semua orang. Pohon itu adalah orang tua kita. Saat kita kecil kita hanya mau dekat dengan orang tua kita, tidak mau dekat dengan orang lain. Bergelayutan di gendongan orang tua kita dan bermain dengan orang tua kita. Tetapi saat kita sudah tumbuh dewasa, kita mulai meninggalkan mereka... Hanya datang saat kita memerlukan mereka atau saat kita dalam kesulitan.

Tetapi apapun kesulitan kita, orang tua kita akan berusaha sekuat tenaga mencari akal untuk membantu kita terlepas dari kesulitan itu, biarpun harus dengan mengorbankan dirinya.

Kalian mungkin berpikir si anak laki itu terlalu sadis, tetapi inilah yang selama ini kita perlakukan terhadap orang tua kita.

Cerita ini saya buat untuk kita renungkan apakah selama ini kita telah berbuat hal demikian terhadap orang tua kita ? semoga setelah membaca cerita ini kita tidak hanya memperhatikan anak kita tetapi perhatikan juga orang tua kita. Mereka tidak butuh uang dari kita tetapi mereka butuh perhatian kita.

OMITOHUT.... CINTAILAH ORANG TUA KITA

Value your time

Jack baru saja mendapatkan pelajaran berharga.

Ia membuka sebuah kotak keemasan dan ia mendapati di dalamnya sesuatu yang sangat berharga juga secarik kertas yang sangat berkesan.
Waktu kecil ia tinggal bersama ibunya di sebuah kota kecil. Ia bertetangga dengan seorang duda yang istrinya sudah meninggal. Duda itu tidak mempunyai anak dan hanya tinggal sendiri. Pria malang itu melihat Jack bertumbuh dari seorang anak-anak, sampai kencan pertamanya, lulus dari kuliah, bekerja dan menikah. Jack adalah seorang pekerja keras yang gila kerja.
Ia bahkan tidak ada waktu untuk putrinya dan istrinya. Setelah ia menikah, ia dan keluarganya tidak lagi tinggal di sebelah rumah pria tua itu. Mereka pindah.
Suatu hari Jack mendapat telepon dari ibunya, “Ingat Pak Belser? Ia meninggal dunia hari Selasa lalu. Pemakamannya hari Kamis pagi.”
Kenangan masa kecilnya berseliweran dalam dirinya.

Ia mengenang kembali masa-masa kecilnya dengan Pak Belser.
“Halo?” suara ibunya membangunkannya.
“Iya bu, aku akan ke sana hari Rabu,” kata Jack
“tapi kupikir Pak Belser sudah lupa tentang diriku.”
“Oh tidak, Jack,” kata ibunya, “Pak Belser selalu ingat padamu.
Ia ingat akan hari-hari di mana kamu main-main di balik pagar rumahnya dan hari ketika kamu duduk di pangkuannya ketika istrinya meninggal.”
“Beliau orang pertama yang mengajariku ilmu pertukangan. Tanpa beliau, aku tidak akan mungkin terjun ke usaha ini.” kata Jack.
Sesibuk-sibuknya Jack, ia kemudian mengatur ulang jadwalnya di hari Rabu dan Kamis. Ia menghargai Pak Belser seperti ayahnya sendiri dan ia sangat ingin ada di sana ketika pemakamannya.
Hari Rabu malam ia tiba di kampung halamannya. Ia dan ibunya kemudian berjalan ke rumah Pak Belser untuk terakhir kalinya. Di beranda, ia mengintip ke dalam rumah Pak Belser.

Terbesit banyak kenangan tentang masa kecilnya. Sofa yang sering ia duduk, meja makan di mana ia pernah memecahkan piring, telepon di sudut ruangan dan hey…
Jack terdiam sejenak.
“Kotak emas di ujung meja itu hilang!” seru Jack.
Ibunya bingung. Segera Jack menjelaskan tentang kotak emas di ujung meja itu. Ukurannya tak lebih dari satu jengkal orang dewasa dan bercat emas di luarnya. “Pak Belser selalu mengatakan itu miliknya paling berharga dan akan diberikan kepada seseorang yang layak menerimanya. Tapi setiap kali aku menanyakan isinya, ia selalu menjawab ‘Pokoknya berharga deh’.”
Dan sekarang kotak emas itu sudah tidak ada lagi. Dugaan Jack, mungkin diambil oleh seorang keluarga jauhnya.

Dua minggu kemudian setelah pemakaman, seorang kurir mengantarkan sebuah paket untuk Jack. Nama Jack tertulis di atas paket itu dengan tulisan yang sangat sulit dibaca. Jack membuka paket itu… Di dalamnya ada sebuah kotak emas (persis seperti kotak emas Pak Belser yang hilang itu) dan sepucuk surat .
Jack membaca surat itu,

“Setelah kepergianku, tolong sampaikan kotak ini kepada Jack Bennet. Ini adalah harta paling berharga yang kumiliki.” Sebuah kunci ada dalam amplop itu, kunci untuk membuka kotak itu. Hatinya bergetar, tanpa sadar ia menangis terharu, Jack perlahan membuka kotak itu. Di dalamnya dia menemukan sebuah jam saku yang indah yang terbuat dari emas. Dengan perlahan Jack membuka jam itu.
Di dalamnya terukir kata-kata yang tak pernah ia lupakan seumur hidupnya,
“Terima kasih, Jack, untuk waktumu. Ini saya berikan jam untukmu, sesuatu yang paling berharga bagiku. Harold Belser.”
“Yang ia hargai dariku adalah… waktuku.” serunya perlahan.
Ia menggenggam jam itu beberapa saat. Kemudian ia menelepon sekertarisnya dan membatalkan semua janjinya untuk dua hari ke depan. “Mengapa?” tanya Janet, sekertarisnya.

“Aku ingin menghabiskan waktu untuk keluargaku,” kata Jack, “dan Janet, terima kasih untuk waktumu.”
Sobat, di dunia ini ada dua hal yang tidak bisa ditarik kembali: itu adalah perkataan dan waktu. Waktu yang sudah lewat tidak akan bisa dikembalikan lagi. Waktu tidak bisa dipaksa mundur, tidak bisa diperlambat dan juga tidak bisa dipercepat.

Waktu akan terus bergerak maju dengan kecepatan konstan.

Kita tidak akan bisa kembali ke masa kanak-kanak.
Kita tidak bisa mengulang satu peristiwa yang sama di waktu itu.
Sudahkah Anda memberi waktu pada diri Anda dan sesama Anda ?
Sudahkah orang lain menghargai waktu yang telah Anda korbankan kepada mereka ?

Sakit Atiii. Tuhan

Oleh: Denny Indrawan

Fren, pernah kan merasa sakit atiiii? Pengen donk balas dendem? Malahan kita sibuk merancang hal-hal yang pengen kita balesin ke orang tsb…. asyik banget kan?! Malahan sering lho saya senyum-senyum sendiri, puas gitu! Eitttt…. PUAS? Ya PUAS! Puas dengan rancangan jahat saya…
Sudah 2 tahun saya dendam dengan beberapa (banyak amat sih Den…? hehehe….) orang, baik itu mantan pacar, maupun manajemen perusahan saya yang dulu (busyetttt… masih dendem? Setelah sekian lama?). Kok bisa kesellll gitu sih Den…? IYA DONK, gue kan sakittt atiiiiiiii….atiii….atiiii! gue berHAK donk! Emang cuma mereka aja yang bisa jahat?! Gue bisa 1000X1000 kali (ditambah pake pangkat 1000 lagi dehhh….hehehe) lebih jahat dari mereka, balas saya cepet.

GONG! Tuhan menegor saya… Ati-ati dengan kemarahan kamu… jangan sampe membakar kamu… Ah gue ga peduli Tuhan! Biar mereka tau sakit ati gue…! biar mereka rasain sengsaranya….! biar mereka ga jahat lagi…! biar mereka… biar mereka dan biar lain sebagainya…… saya mencoba berkilah sama Tuhan.

Trusss…. apakah Tuhan marah ama saya? Trus saya langsung disamber gledek? GLUDUKKK…..JGERRR! (jadi gosong donk gue) Ga banget gitu lohhh…sodara-sodara, Tuhan itu baek banget…. apa yg Dia lakukan terhadap gue? NOTHING!? Ya NOTHING!
Selama itu fren, gue sibuk memikirkan berbagai macam rancangan kejahatan, yah minimal gue bayangin jika suatu hari gue kaya raya, gue bakal beli perusahaan itu, n’ orang-orang itu bakal kaget melihat gue masuk ruang direksi sebagai A NEW OWNER, lalu gue bayangin gebrak meja, sambil menatap tajam mata-mat ketakutan mereka sambil berkata…. “loe orang boleh kerja di sini, fasilitas ama gaji gue tambah tapi jadi pembersih WC atau loe cabut sekarang juga dan pulang jalan kaki” hahahaha….. gue pasti puasss! PUASSS!!!

Lebih jahat lagi nih fren, kalo seandainya di tengah jalan tol gue liat mobil orang yg nyakitin gue, bakal gue pepet….pepet trus, kalo bisa sampe dia kebalik dan mati! GILA sadis amat ya gue…. (trus terang gue tertawa saat membayangkan itu - mungkin setan juga, hanya Tuhan yang pasti sedih sekali melihat pikiran jahat gue)
Buat mantan gue yang (dulu) bikin idup gue ancurrr…. gue pengen dia liat gue sekarang berbeda dengan yg dia kenal dahulu…sekarang gue udah jadi manager, gaji gede, dapet mobil dapet pacar yang jauh lebih muda, sexy dan cantik dibandingkan dengan dia yg gak montok itu! Gue sampe pajang foto-foto “kesuksesan” gue di frenster, pada saat gue ke luar negeri, jalan-jalan dengan bahagia dengan temen-temen gue, sampe adegan ciuman gue dengan doi, gue pasang! Tujuannya satu! BIAR DIA TAU BAHWA GUE JAUH LEBIH SUKSES DAN BAHAGIA DENGAN KEADAAN SEKARANG!!!
Apa bener kamu bahagia? Tanya Tuhan.
Iya donk Tuhan!

Gue tertawa, kok Tuhan nanyanya aneh.!
Apa kamu masih marah dengan mereka? Tanya Tuhan lagi
So pasti…. absolutely Tuhan! (setan tambah bersorak sorai)
Kamu masih tetap ingin melaksanakan rancangan kamu terhadap mereka?
Jika ada kesempatan Tuhan…. jawabku dengan cepat!
Baiklah…, kamu boleh balaskan sakit hatimu terhadap-Ku… Tuhan berkata lembut
HAH!!!! Hening…. diam…. (setan juga langsung terdiam)
Kenapa harus saya balas ke Engkau Tuhan? Kan yang bikin sakit ati gue tuh orang lain, bukan Engkau Tuhan.Saya bertanya tak mengerti
Denny.. Apa yang kamu lakukan terhadap orang lain, itu seperti kau melakukannnya juga untuk-Ku. ga apa-apa. jika itu membuat dirimu lepas dari dendam itu, Aku bersedia. silahkan Tuhan membentangkan kedua tanganNya lebar-lebar (dan gue yakin setan langsung lari terbirit-birit melihat hal itu)

Fren.. Di saat itulah gue nangis. gue selama ini begitu sibuk memikirkan hal-hal yang membuat Tuhan sedih, membuat gue makin jauh dari Tuhan, membuat gue kehilangan jati diri sebagai anak Tuhan, yaitu KASIH, kasih yang seharusnya mengampuni, kasih yang seharusnya berkorban, kasih yang seharusnya kita pancarkan bagi orang lain.. Gue sadar sekarang...

Gue nangis dipelukan Tuhan, Tuhan.. Gue tuh sakit ati.. Gue kerja mencari uang demi keluarga gue, dia yang tawarin gue masuk kerja lagi diperusahaan yg dulu pernah gue kerja (dulu gue sign out baek-baek), tapi masa gue dikasih masa percobaan! (gila gue 3 taon kerja disana sbg SPV IT) eh malahan diperpanjang 2x sampe 6 bulan, pas bulan ke tujuh gue dipanggil HRD dan Mgr gue dan dibilang gue ga lolos masa percobaan!! GILA APA!! Gue ga terima Tuhan.! Ga akan pernah! Gue teriak dipelukan Tuhan
Tuhan makin memeluk gue erat
Belom lagi mantan gue Tuhan, dia bilang akan berjuang demi gue didepan keluarganya, apa karena gue cuma diploma bukan S1 seperti dia? Keluarga gue susah? Ga punya mobil, gaji kecil? Dll? Kenapa sih dia tega mutusin gue tanpa pernah bertemu gue lagi? Sedihhhhhh Tuhan.. Gue berharap banget dia jadi pasangan idup gue. sampe-sampe Tuhan, saat dia ngajak gue ML, sbg laki-laki normal, gue pasti mau. Tapi begitu sayangnya gue sama dia, gue menolak, padahal udah siap tempur Tuhan..!!! Gue makin nangis.

Tuhan mengelus rambut gue lembut
Masih banyak yg pengen gue ceritain ma Tuhan. tapi entah kenapa gue malah makin nangis.
Aku tahu apa yang kau alami den, Aku juga mengerti apa yang kau rasakan, karena aku peduli akan hidupmu….. SERRRRRR tiba-tiba perasaan gue jadi lega banget… plong! Gue menatap mata teduh Tuhan…. disana aku melihat kasih….
Tuhan, aku juga mau punya mata kasih seperti Mu Tuhan…Terima kasih Tuhan…. aku kembali menundukkan kepalaku kedalam dadaNya…. hmmmmm damai…. Lagu untukMu Tuhan,
Tuhan mengerti

Satu hal ya Tuhan, ajarku mengerti
Di dalam hidupku, di dalam segalanya
Ku percaya kepadaMu
FirmanMu berkata, Ada kedamaian
Di dalam diriMu, di dalam kasihMu
Kau akan menguatkan

Reff : Tuhan tahu, apa yang kualami
Tuhan mengerti, apa yang kurasakan
Karena Tuhan, Dia peduli akan hidupku

SIBUK

DARI MILIS TETANGGA.

Suatu ketika para setan berkumpul mengadakan kongres setan sedunia.

Pada pidato pembukaannya, sang pemimpin berkata: "Kita nggak
mungkin menjauhkan umat Kristiani dari
gereja.
Kita tidak bisa mencegah mereka membaca Alkitab dan mengetahui
kebenarannya. Kita bahkan tidak bisa
mencegah mereka berhubungan dengan Sang Penyelamat.Sekali mereka
memperoleh kontak dengan Jesus, maka
kekuasaan kita akan hancur."

" Biarkan saja mereka ke gereja. Begitu mereka selesai makan
malam, curilah waktunya, sehingga mereka
tidak punya waktu untuk membangun hubungan dengan Jesus
Kristus."

"Inilah yang harus kalian lakukan," kata setan.

"Jauhkan mereka dari Sang Penyelamat, dan konsentrasilah ke
jaringan-jaringan vital yang mengatur
hidup mereka sepanjang hari ."

"Apa yang harus kami lakukan ?" teriak setan-setan yang hadir.

"Buat mereka sibuk untuk hal-hal yang sepele dalam hidup mereka
dan dapat mempengaruhi jalan pikiran
mereka," jawab Sang Pemimpin.

" Perbanyak waktu luang mereka dan sibukkan. Usahakan ibu2 rumah
tangga bekerja lebih lama dan
suaminya juga bekerja 6 - 7 hari seminggu, 10 - 12 jam sehari,
sehingga mereka tidak sempat
bersosialisasi.

Buat mereka tidak punya waktu luang buat anak.

Begitu keluarga mereka terpecah, maka kesibukan menjadi tempat
pelarian."

"Arahkan jalan pikiran mereka sehingga tidak mendengar hati
nurani lagi..

Usahakan mereka memutar kaset atau mendengarkan radio pada saat
mengemudi.

Jaga agar TV, VCD Player, CD dan komputer tetap diputar terus
menerus di rumah mereka dan usahakan
tidak terdengar lagu-lagu rohani di setiap toko maupun restoran
yang ada didunia.

Ini akan mempengaruhi pikiran mereka dan memutuskan hubungan
dengan Kristus."

"Isi ruang tamu mereka dengan majalah dan suratkabar.

Penuhi pikiran mereka dengan berita selama 24 jam.

Pasang billboard / iklan disepanjang jalan, agar terbaca pada
saat berkendaraan.

Banjiri kotak suratnya dengan katalog barang, promosi barang,
undian dan segala macam penawaran
barang gratisan dengan janji-janji palsu."

"Percantik semua model yang muncul di majalah - majalah dan TV,
sehingga para suami merasa kecantikan
lahiriah lebih penting dan merasa kecewa dengan penampilan istri
sendiri."

" Buat para istri kelelahan, sehingga tidak ada waktu romantis
dengan suaminya. Jika mereka tidak
bisa saling memberikan kasih sayang sebagai suami istri seperti
layaknya, maka mereka akan berpaling
ke orang lain
alias selingkuh. Ini akan mempercepat keluarga tersebut
berantakan."

Buat mereka sakit kepala juga.

"Berikan kepada mereka Sinterklas, agar para orang tua tidak
memahami & tidak sempat menerangkan arti
Natal yang sebenarnya kepada anak-anaknya.

Berikan mereka telur Paskah, sehingga mereka bingung & tidak
pernah berbicara tentang arti sebenarnya
dari kuasa penebusan dari darah Kristus atas dosa dan maut.

Bahkan saat rekreasi, biarkan mereka bertingkah berlebihan &
terjadi konflik2, sehingga begitu mereka
pulang dari rekreasi, maka badan & pikiran mereka akan
kecapaian. jangan Biarkan mereka pergi ke alam
bebas
yang bisa membuat mereka kagum atas ciptaan Tuhan.

Usahakan mereka tetap sibuk dan kirim mereka ke taman bermain,
tempat berolahraga, mal, konser musik
dan bioskop.

"Pokoknya bikin mereka sibuk, sibuk, sibuk terus terutama sibuk
mencari & mengumpulkan uang, buat
mereka terus kuatir akan hari depannya, supaya mereka menjadi
sakit & melakukan ber-macam2 dosa
dengan bebas & kreatif !"

"Biarkan saja mereka menghadiri kebaktian atau persekutuan doa,
tapi libatkan mereka dalam gossip dan
basa basi, jangan sampai pikirannya terfokus kepada Allah &
hatinya terbuka untuk dibentuk ulang &
menjadi berubah, tapi buat mereka menjadi orang yang munafik,
pura2 rohani & sehingga mereka hanya
ber-main2, cuek & tidak sadar apalagi takut sekalipun sedang
berada di hadapan Allah saat itu.

Paling baik lagi, bila mereka " diakali " agar merasa tidak puas
& kecewa oleh orang2 gereja sendiri,
sehingga dengan penuh kesadaran tidak mau datang lagi ke gereja.

Kacaukan tujuan hidup mereka dengan harta benda yang menyebabkan
mereka tidak punya waktu utk
bersandar, berharap & meneladani kehidupan dari Jesus.

Ini akan membuat mereka bekerja dengan kekuatan sendiri
mengorbankan kesehatan mereka dan keluarga
hanya utk harga benda atau materi."

Biarkan harta itu dibawanya kekuburan atau menjadi biang
keributan diantara anak2nya nanti.

" Ini pasti berhasil.... ... ! " "Ini pasti berhasil.... .! "

BUSY (sibuk) berarti : Being Under Satan's Yoke
[ berada di bawah kuk yang dipasang setan ]

Walaupun ini adalah sebuah rencana sederhana.

Nampaknya setan2 ini telah berhasil melaksanakan tugas mereka,
sehingga banyak umat Kristiani di
dunia ini terlihat begitu sibuk pontang panting ke sana ke mari,
sehingga hanya mempunyai waktu
sedikit saja dengan Tuhan dan
keluarga...

Bahkan dibuat sampai tidak punya waktu untuk menceritakan
tentang kuasa Tuhan yang telah
menyelamatkan & merubah hidup mereka kepada orang lain.

Apakah setan telah sukses dengan rencananya kepada Anda juga ?
Don't let this happen.

Semoga hikmat dari Tuhan kita Yesus Kristus menyertaimu saat ini
!

God bless...... :)

Thank you.

Ucapan Untuk Bapa0

Pagi hari Dia menungguku bangun tuk mendengarkanku mengucapkan selamat pagi
namun ternyata, aku terlalu sibuk dengan dunia…
Siang hari, Dia masih menungguku menunggu sapaanku, di sela2 kesibukanku..
namun, aku pun masih terlalu sibuk dengan pekerjaan, ataupun bermain. bahkan saat makan siang pun..aku melupakan Dia
Sore hari, Dia terus menungguku.. sebuah ucapan selamat sore setelah semua kesibukanku selesai.
tapi..aku pun masih sibuk dengan teman teman..atau dengan keluarga..
Malam hari Dia masih terus menungguku.. mengucapkan salam menjelang aku tidur..
tetap saja..aku terlalu sibuk mengurusi kantuk dan lelahku..hingga tak sedikitpun aku berkata-kata padaNya.
Dari matahari terbit hingga kembali terbit..Dia terus menungguku ,, karna kasihNya yg tak terbatas,,Dia terus menantiku,,
Hanya untuk sebuah kata “terima kasih Bapa,” atau “aku bahagia Bapa,”
hari demi hari,,bulan demi bulan,,tahun demi tahun,,
“Apakah sungguh aku terlalu sibuk hingga tak pernah punya waktu untukNya? Dia yang sekalipun tak pernah melupakanku. Dia yang sekalipun tak pernah meninggalkanku, walau seluruh dunia membenciku.. Sungguhkah aku sesibuk itu hingga tak punya waktu untuk Dia? Sungguhkah?”

Rabu, 09 Juni 2010

piano

Seorang ayah, yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang
pianis yang terkenal.

Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya.

Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.

Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut.

Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle2 little star.

Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil.
Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung.
Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata, "Teruslah bermain" dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya.

Sang pianis lalu duduk, di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.

Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung. Sang anak jadi besar kepala, pikirnya, "Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!" Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikanpermainannya
sempurna.

Apa implikasinya dalam hidup kita ?

Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan. Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Tuhan ada di samping kita.
Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Tuhan di samping kita, semua yang kita lakukan akan sia-sia. Tapi bila Tuhan ada di samping kita, sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita.
Semoga kita tidak pernah lupa bahwa ada Tuhan di samping kita.

God always be with you in all you do